Senin, Juni 25

25 Juni 2012 15.04

hayhaay penggemar setia guehh??
rasanya udah lamaaaaaaaaaaaa banget gue kagak ngurusin nih blogg
soalnya gue males and gak ada waktu
yahhh berhubung gue udah kelas sembilan kemungkinan besar gue udah jarang banget online
yahhh untuk persiapan UN
doain gueh tementemen ;*

okeehhh sekarang ini gue lagi ngenet di fresnel tepatnya di bilik nomer 9, sama sahabat gueh dia di balik eh dibilik maksudnya
iyah di bilik nomer 10
hah? apa? helloow?
gue enggak punya pacar lagii
bukannya bingung mau pilih sapa
tapii...........

Jumat, April 27

Ice Cream (part 2)


:Lastback :
Fera meniup balon di taman kompleks perumahannya.
Saat itu ia berusia 7 tahun.
Saat sedang asiknya bermain balon.
Sebuah bola mengenai tubuhnya, sehingga ia terjatuh dan gelas yang berisi air untuk menggelumbungkan menjadi balon tumpah dan mengenai sebagian tangannya.
Fera lalu menangis, Diro yang telah menendang bola tanpa sengaja itu pun berusaha menenangkan Fera.
Namun Fera tetap menangis.
Diro yang kebingungan itu pun kemudian mengambil sapu tangan, di saku celananya dan memberikannya pada fera.
Karena melihat Fera yang masih terlihat sedih.
Diro pun membelikan Ice Cream untuk Fera.
Sejak kejadian itu, mereka pun semakain dekat, dan menjadi teman akrab
Namun disaat keduannya tengah berusia 13 tahun , Diro dan keluarganya pindah keluar kota karena Ayah Diro harus pindah pekerjaan di luar kota.

Ketukan pintu dari luar kamar Fera, membuat Fera tersadar, segera ia memasukan sapu tangan itu ke dalam saku celananya.
“ada apa ma?” tanya Fera sambil membuka pintu
“makan dulu sana ada mie sedap rasa ayam” jawab Mamanya sambil pergi menuju ruang makan.
Fera pun makan siang, dengan mie yang disiapkan oleh Mamanya itu.
Selesei makan Fera melihat Mamanya itu sedang tergesa-gesa
“ma, mau kmana?” tanya Fera setelah meneguk jus jeruk kesukaannya.
“mama ada miting, mungkin pulang agak malam. Oke mama berangkat dulu ya Fera” jawab Mamanya itu sambil melambaikan tangan pada Fera dan Gisel(adik perempuan Fera).
Fera pun kembali menuju kamarnya.
Ia lalu sibuk mengotak-atik HP miliknya.
“ting..tongg...” terdengar suara bel berbunyi sesaat setelah mama Fera pergi.
“kak, ada cowo yang nungguin kakak tuh di depan..” kata Gisel yang kemudian masuk ke kamar Fera.
“ siapa sih??” tanya Fera bingung melihat adiknya itu.
“ biasa pujaan hati kak Fera, kak Angga..hihi” jawab Gisel sambil tertawa kecil kemudian bersembunyi.
“dasar lo! “ ucap Fera sambil berlari kecil berusaha mengejar adiknya itu.
Kemuadian Fera menuju teras rumah, tempat Angga telah menunggunya.


The Legend

ada yang tau letak seluk beluk Sungai Landak?
nah ini dia cerita legenda dari Sungai Landak. 
Selamat Membaca :)

dahulu, ada sepasang suami istri yang tinggal di pinggir hutan. 
meskipun hidup secara pas-pasan, mereka selalu ingin membantu orang yang kesusahan.
suatu hari sang suami tidak bisa tidur. 
tiba-tiba ia melihat seekor kelabang keluar dari kepala istrinya yang sedang tidur.
teryata kelabang itu menuju sebuah gua.
karna merasa aneh keesokan harinya, ia menceritakannya pada istrinya.
sampainya disebuah gua tempat kelabang yang ia lihat semalam, 
ia melihat patung landak emas.
mereka lalu membawa pulang patung tersebut.
mereka berniat menjual patung landak emas itu, namun mereka menyimpannya terlebih dahulu.
malam hari petani bermimpi aneh, patung landak emas itu meminta untuk tinggal bersama petani itu, sebagai imbalannya petani itu diberi mantra untuk meminta apa yang diinginkannya.
keesokan harinya ia mencoba mantra tersebut pada patung landak emasnya.